Iklan

Iklan

Menjawab Tantangan Revolusi Industri Faperta Unsika Gelar Seminar Nasional

BERITA PEMBARUAN
24 November 2021, 12:09 WIB Last Updated 2021-11-24T05:09:23Z
Fakultas Pertanian Unsika gelar Seminar Nasional dengan Tema Menyongsong Pertanian Berkelanjutan di Era Society 5.0' di Hotel Swissbell inn, Karawang, Rabu (24/11/21)+foto:ist)


KARAWANG- Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Kabupaten Karawang menggelar seminar nasional, di Swiss-Bellin Hotel Karawang, Rabu (24/11/2021).


Adapun tema yang diangkat pada seminar nasional tersebut yakni 'Menyongsong Pertanian Berkelanjutan di Era Society 5.0'.


Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D. Direktur Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian, Kementrian Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc., F.Trop., Wakil Rekor Institut Pertanian Bogor Bidang Kerja Sama, Maryadi, M.M., Direktur Utama Pupuk Kujang Cikampek Indonesia.


Acara seminar nasional Faperta Unsika Dibuka oleh Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang.


Di era super smart society (society 5.0) sendiri diperkenalkan oleh Pemerintah Jepang pada tahun 2019, yang dibuat sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0, yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu (VUCA). 


Dikhawatirkan invansi tersebut dapat menggerus nilai-nilai karakter kemanusiaan yang dipertahankan selama ini.


"Dalam menghadapi era society 5.0, dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Selain pendidikan beberapa elemen dan pemangku kepentingan seperti pemerintah, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan seluruh masyarakat juga turut andil dalam menyambut era society 5.0 mendatang," ujar Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Dr. Ir. Agung Prabowo, M. Eng.


Lanjutnya, untuk menjawab tantangan Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 dalam dunia pendidikan diperlukan kecakapan hidup di abad 21 atau lebih dikenal dengan istilah 4C yakni Creativity, Critical Thingking, Communication, Collaboration.


"Tidak hanya literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, kolaborasi serta memiliki kemampuan problem solving. Dan yang terpenting memiliki perilaku (karakter) yang mencerminkan profil pelajar pancasila seperti rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Vera  mengatakan, bahwa digelarnya seminar nasional ini karena untuk menjawab tantangan menghadapi era society 5.0.


"Sebagai Pendidik di era society 5.0, para pendidik harus memiliki keterampilan di bidang digital dan berpikir kreatif," kata Vera.


Ditambahkannya, ada tiga hal yang harus dimanfaatkan pendidik pada era society 5.0. diantaranya Internet of things pada dunia Pendidikan (IoT), Virtual/Augmented reality dalam dunia pendidikan, Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan oleh pelajar.(***)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menjawab Tantangan Revolusi Industri Faperta Unsika Gelar Seminar Nasional

Terkini

Topik Populer

Iklan