![]() |
| Hasnawi Ilyas Awi Juli (foto: ist) |
BIREUEN – Tokoh masyarakat Bireuen sekaligus mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sidak tersebut dilakukan untuk menelusuri penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
Awi Juli menilai langkah DPRK tersebut sebagai bentuk keberanian dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah.
Menurutnya, DPRK harus berdiri sebagai pengontrol kebijakan, bukan justru membela kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah.
“Ini langkah yang patut diapresiasi. DPRK sudah mulai bernyali dan menjalankan tugasnya dengan benar, yakni mengawasi pemerintah, bukan malah membela atau menutupi persoalan,” ujar Awi Juli kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
Ia mengaku prihatin melihat masih banyaknya bantuan yang menumpuk di gudang BPBD, sementara bencana banjir dan longsor telah berlangsung hampir dua bulan dan masyarakat terdampak masih hidup dalam kondisi sulit.
“Sudah dua bulan rakyat menjadi korban banjir dan longsor, tapi pemerintah daerah masih berani menumpuk bantuan. Hari ini rakyat terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membersihkan lumpur di rumah mereka,” ungkapnya.
Selain persoalan bantuan, Awi Juli juga menyoroti penyebab utama terjadinya bencana yang menurutnya tidak terlepas dari kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit. Ia menduga praktik tersebut melibatkan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan.
“Yang dirusak itu hutan Bireuen untuk kepentingan perkebunan sawit para oknum berkuasa. Tapi yang menanggung dampaknya justru rakyat kecil,” tegasnya.
Awi Juli mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut dugaan penimbunan bantuan dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Ia juga meminta pemerintah dan aparat terkait menertibkan perkebunan sawit ilegal yang berada di kawasan hutan Bireuen.
“Kalau memang serius melindungi rakyat, tertibkan sawit ilegal di kawasan hutan. Jangan hanya rakyat yang disuruh bersabar, sementara perusak lingkungan dibiarkan,” pungkasnya. (R)


