![]() |
| Barokah Rancage Cihampelas Foundation mengolah eceng gondok menjadi pakan ternak. |
BANDUNG – Degradasi lingkungan Sungai Citarum akibat tumpukan sampah dan pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali mendorong warga Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengambil langkah nyata.
Sejak Oktober 2025, pemuda dan lansia yang tergabung dalam Barokah Rancage Cihampelas Foundation mengolah eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi.
Sebanyak 10 orang pemuda dan lansia terlibat langsung dalam gerakan tersebut. Eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma pengganggu aliran sungai dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pakan maggot, bahan kerajinan tangan, hingga media tanam jamur.
Narasumber kegiatan, Aam Aminudin, menyebut eceng gondok memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara tepat. Selain membantu membersihkan sungai, pemanfaatan tanaman air ini juga membuka peluang usaha berbasis lingkungan bagi masyarakat.
“Eceng gondok sering dianggap masalah karena menutup aliran sungai dan memperparah pencemaran. Kami mencoba mengubahnya menjadi sumber manfaat dan nilai ekonomi,” ujar Aam, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, pemanfaatan eceng gondok sebagai pakan ternak mampu menekan biaya produksi peternak kecil, sementara pengembangan kerajinan dan media tanam jamur dinilai memiliki peluang pasar ke depan.
Inisiatif warga Cihampelas ini sejalan dengan Program Citarum Harum yang bertujuan mengurangi pencemaran serta mengendalikan pertumbuhan eceng gondok di Sungai Citarum.
Meski dilakukan secara swadaya, gerakan tersebut dinilai menjadi contoh konkret keterlibatan masyarakat dalam pemulihan ekosistem sungai.
Kolaborasi lintas generasi antara pemuda dan lansia juga disebut sebagai kekuatan utama gerakan ini. Warga berharap langkah kecil tersebut dapat berkontribusi pada perbaikan lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis pengelolaan sumber daya lokal di bantaran Sungai Citarum. (*)
