![]() |
| Kepulan asap dari lokasi kebakaran TPST Mekarjati Karawang Barat. |
KARAWANG – Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Mekarjati, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Kamis (5/2/2026) pagi.
Peristiwa tersebut menyebabkan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan menyebar ke permukiman warga. Asap terlihat hingga beberapa kilometer dan berdampak langsung pada kualitas udara di sekitar lokasi.
Sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat dan jarak pandang yang menurun akibat asap kebakaran. Aktivitas masyarakat di sekitar TPST sempat terganggu, terutama pada jam sibuk pagi hari. Warga juga khawatir paparan asap dalam waktu lama dapat berdampak pada kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia.
"Semoga kebakaran ini bisa segera padam, tadi pas saya ngaterin anak berangkat sekolah, asapnya kehirup," ungkap Asep di dekat lokasi.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran terdeteksi sekitar pukul 08.30 WIB. Api diduga berasal dari tumpukan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengering, menggunung, dan belum terangkut. Kondisi cuaca panas memperparah situasi karena memicu peningkatan suhu di dalam tumpukan sampah yang mengandung gas metana.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Karawang, Nanang, mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala teknis berupa bangunan TPST yang tertutup dan minim ventilasi. Akibatnya, asap dan panas terperangkap di dalam bangunan sehingga memperlambat penanganan api.
“Kondisi bangunan tertutup membuat asap sulit keluar. Ini berdampak pada keselamatan petugas dan memperlama proses pemadaman,” ujar Nanang di lokasi.
Untuk mengurangi dampak asap dan mempercepat pemadaman, petugas menggunakan blower guna mengeluarkan asap dari dalam bangunan. Namun hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran dan menjadi kewenangan pengelola TPST.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Mekarjati, Yono SE, memastikan kebakaran tidak disebabkan oleh korsleting listrik. Ia menyebut pihak PLN telah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi dan memastikan sistem kelistrikan aman.
“PLN sudah melakukan pengecekan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu suhu panas yang memicu reaksi gas di bagian bawah tumpukan sampah,” jelas Yono.
Hingga siang hari, proses pemadaman masih dilakukan oleh Damkar Kabupaten Karawang dibantu UPTD Rengasdengklok. Api dan asap dilaporkan mulai berangsur mengecil, namun petugas tetap bersiaga untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampak lingkungan bagi warga sekitar. (*)
