Iklan

Iklan

Pers sebagai Pengawal Demokrasi dan Pembangunan

09 Februari 2026, 14:49 WIB Last Updated 2026-02-09T07:53:46Z
Oleh: H. Jenal Aripin

Dalam Rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026

Tema: Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat


Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum reflektif bagi seluruh insan pers dan elemen bangsa untuk kembali menegaskan peran strategis media dalam kehidupan bernegara. Dengan mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, HPN tahun ini menegaskan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas dan integritas persnya.


Pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi. Dalam sistem demokrasi yang sehat, pers berfungsi sebagai pengawas kekuasaan (watchdog), penyampai informasi publik, sekaligus ruang dialektika gagasan. Melalui kerja jurnalistik yang profesional dan beretika, pers memastikan jalannya pemerintahan tetap berada dalam koridor konstitusi serta berpihak pada kepentingan rakyat.


Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan pers semakin kompleks. Disrupsi teknologi, maraknya hoaks, polarisasi opini publik, hingga tekanan ekonomi terhadap industri media menjadi ujian nyata. Karena itu, mewujudkan pers sehat bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak. Pers yang sehat adalah pers yang independen, berintegritas, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan idealismenya.


Lebih jauh, pers juga memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi nasional. Informasi yang akurat dan berimbang menciptakan iklim usaha yang kondusif, meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah, serta mendorong transparansi dalam pengelolaan sumber daya. Pers yang profesional turut mengawal kebijakan ekonomi agar tepat sasaran dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.


Dalam konteks pembangunan daerah, media berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Kritik yang konstruktif, pemberitaan yang solutif, serta pengawasan terhadap proyek-proyek strategis akan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel. Di sinilah pers berkontribusi langsung terhadap terwujudnya ekonomi yang berdaulat—ekonomi yang berdiri di atas kekuatan sendiri, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.


Bangsa yang kuat lahir dari masyarakat yang tercerahkan. Ketika publik memperoleh informasi yang benar, edukatif, dan mencerahkan, maka kualitas partisipasi dalam demokrasi pun meningkat. Pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga agen literasi dan pembangun kesadaran kolektif.


HPN 2026 hendaknya menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat. Pemerintah wajib menjamin kebebasan pers yang bertanggung jawab, sementara insan pers harus terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritasnya. Di sisi lain, masyarakat juga perlu menjadi konsumen informasi yang cerdas dan kritis.


Pada akhirnya, pers sehat akan melahirkan ruang publik yang berkualitas. Ruang publik yang sehat akan mendorong lahirnya kebijakan ekonomi yang adil dan berdaulat. Dan dari situlah fondasi bangsa yang kuat dibangun.


Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga pers Indonesia semakin profesional, independen, dan berkontribusi nyata bagi demokrasi serta pembangunan bangsa.



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pers sebagai Pengawal Demokrasi dan Pembangunan

Terkini

Topik Populer

Iklan