Iklan

Iklan

Disela Kesibukan, Babinsa Desa Parigi Budidayakan Kelulut Madu

BERITA PEMBARUAN
29 Maret 2021, 22:20 WIB Last Updated 2021-03-29T15:20:37Z
Babinsa Desa' Parigi Serka Kardi


RANTAU- Anggota TNI Kodim 1010/Rantau yang bertugas di Koramil 1010-02/Tapin Tengah sebagai Babinsa di Desa Parigi Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin membudidayakan kelulut madu.


Di sela-sela kesibukannya sebagai Babinsa Desa Parigi Serka Kardi memanfaatkan waktu luangnya dengan membudidayakan  kelulut madu di halaman belakang rumahnya yang beralamat di Jl Tambak Desa Antasari RT 01 Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.


Mengutip dari Wikipedia, kelulut yang bernama latin trigona thoracica adalah  serangga lebah tanpa sengat atau jenis meliponine yang banyak hidup di iklim tropis seperti Indonesia.


Kelulut menghasilkan madu walau pun secara umum banyak yang belum tahu tentang madu kelulut, namun dari madu kelulut terdapat banyak manfaat untuk kesehatan bahkan secara turun temurun sudah banyak digunakan menjadi obat tradisional.


Madu kelulut yang diklaim memiliki beberapa kelebihan seperti kadar air dan tingkat keasaman lebih tinggi, serta tingkat karbohidrat total lebih rendah juga tingkat antioksidan lebih tinggi ini disinyalir dapat mengobati beberapa penyakit salah satunya, antiradang, mengobati penyakit diabetes, berpotensi anti kanker dan bersifat antimikroba.


Serka Kardi Babinsa 1010 -02/Tapin Tengah yang beternak kelulut madu ini kepada reporter beritapembaruan.id, Senin (29/3/21) mengatakan, budidaya dan ilmu ternak kelulut madu yang ia gelutinya sekarang terinspirasi dan hasil belajar dari rekan sejawatnya.


"Saya belajar dari Pak Sandy orang Rantau Kiwa. Dan pak Sandy yang terlebih dulu membudidayakan kelulut madu," terangnya.


Diungkapkan Serka Kardi, setiap pulang berdinas sebagai Babinsa di Koramil 1010-02/Tapin Tengah waktunya hampir dihabiskan untuk merawat ternak atau budidaya  kelulut madu yang kurang lebih sudah 1 tahun di gelutinya agar mendapatkan hasil yang maksimal.


Serka Kardi mengatakan berkat keuletannya kini ia sudah memiliki kurang lebih 20 sarang kelulut madu dan sekali panen bisa menghasilkan sekitar 9 botol (450ml).


"Dan satu botolnya dijual dengan harga rata rata 150 ribu," akunya.


Masih menurut Kardi, Alhamdulillah ada tambahan penghasilan untuk keluarga tiap bulannya bisa dapat kurang lebih Rp 1,200.000 - 1,500.000 (9 x 150.000) apa lagi dengan adanya musim pandemi Covid-19 seperti sekarang ini perlu ada biaya tambahan lebih, karena harga kebutuhan pokok rumah tangga banyak yang naik.


"Untuk kendala Alhamdulillah hampir tidak ada, kecuali kalau bunga untuk makanan kelulut itu tidak banyak, baru hasil madunya berkurang. Karena mungkin serapan makanannya (bunga) minim terserap kelulut.(Ron).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Disela Kesibukan, Babinsa Desa Parigi Budidayakan Kelulut Madu

Terkini

Topik Populer

Iklan