![]() |
| Kasat Binmas Polres Tapin Iptu Eddy Supandi, saat mengikuti vaksinasi Advokasi, Sosialisasi dan Implementasi si Lacak SE Provinsi Kalsel tanggal 23-24 Juli 2021 lalu (foto:ist) |
RANTAU- Posko PPKM Mikro yang ada di tingkat desa atau pun tingkat RT harus lebih maksimal kinerjanya, baik yang dilakukan Tim Satgas ataupun relawan.
Pasalnya Posko PPKM Mikro yang ada di tingkat desa merupakan gerbang utama untuk melindungi masyarakat sekitar dari penularan virus Covid-19.
Hal itu dikatakan Kasat Binmas Polres Tapin Iptu Eddy Supandi saat dikonfirmasi beritapembaruan.id, Senin (26/7/21) terkait hasil kegiatan Advokasi, Sosialisasi dan Implementasi SI LACAK tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Diketahui pada tanggal 23 - 24 Juli 2021 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menggelar Kegiatan Advokasi, Sosialisasi dan Implementasi SI LACAK tingkat Provinsi Kalsel bertempat di Hotel Aston JL A Yani KM 11,5 Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Kegiatan diikuti oleh 44 orang jajaran Kodim, Polres, Dinas Kesehatan se-Provinsi Kalsel dan beberapa narasumber yang menjadi pemateri yakni Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol M.Subchan S.I.K., Kasi Ter Kasrem 101/Antasari Letkol Kav Dicki Amunanto Mulkan, Kasi Si Lacak Provinsi Kalsel dr Wahyuni, Dinkes Provinsi Kalsel Mursalim S.Km., M.Kes., dan lainnya.
Menurut Kasat Binmas Polres Tapin Iptu Eddy Supandi keaktifan petugas atau relawan di posko PPKM Mikro yang ada ditingkat terbawah (RT) harus lebih dimaksimalkan, pelaksanaan Yustisi atau penegakan Prokes pun sama harus dimaksimalkan dan sosialisasi protokol kesehatan itu harus lebih masif agar benar-benar sampai kepada masyarakat.
"Intinya harus lebih maksimal, lebih masif sampai masyarakat benar-benar mematuhi atau taat akan prokes minimal 5 M," ungkapnya.
Ia menuturkan salah satu yang masih menjadi tantangan bagi petugas di lapangan dalam hal ini Bhabinkamtibmas dan Babinsa yakni kesadaran masyarakat akan prokes masih kurang, salah satunya dalam menggunakan masker. Selain itu ada kurang keterbukaan dari masyarakat yang terkonfirmasi.
"Biasanya kalau ada masyarakat yang terkonfirmasi keluarganya agak tertutup, padahal Covid-19 ini bukan suatu aib atau penyakit yang tabu, itu yang harus terus disosialisasikan agar masyarakat terkonfirmasi dapat lebih jujur guna melindungi keluarga yang lain," harapnya.
Terpisah Pasi Ter Kodim 1010/Tapin Kapten INF Zaenal Arifin kepada berita pembaruan.id saat dikonfirmasi mengatakan, dalam giat Advokasi, Sosialisasi dan Implementasi SI LACAK tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juli 2021 di Hotel Aston Kabupaten Banjar kemarin, ada beberapa orang yang menjadi pemateri.
"Pertama pematerinya Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol M Subchan dengan materi yang disampaikan tentang Strategi, Kebijakan dan Dukungan Polri dalam Implementasi, Test, Lacak dan Isolasi (TLI) di Provinsi Kalimantan Selatan," terangnya.
Lanjutnya, pemateri kedua oleh Kasi Ter Kasrem 101/Antasari Letkol Kav Dicki Amunanto Mulkan dengan materinya Strategi dan Implementasi peran TNI dalam mendukung giat SI LACAK di Provinsi Kalsel dan Teknik Pelaksanaan TLI serta Simulasi oleh Mursalim juga terkait Rekomendasi dan Rencana Tindak Lanjut oleh Kasi SI Provinsi Kalsel dr Wahyuni.
"Untuk pelaporan SI LACAK akan tercapai apabila dari Dinkes mengolah data dengan baik, sehingga memudahkan mendata orang yang terkonfirmasi," terangnya.
Ia mengatakan, kami berharap para kepala desa ikut lebih aktif untuk masyarakatnya, guna memutuskan penyebaran Covid-19 di wilayahnya dan cepat lapor kepada Babinsa atau Bhabinkamtibmas atau Dinkes apabila terdapat warga nya yang terkonfirmasi positif Covid-19 agar bisa lebih cepat untuk ditindaklanjuti.
"Intinya semua pihak harus waspada dan lebih aktif lagi dalam menjalankan protokol kesehatan, dan mengawasi apabila ada di lingkungan sekitar yang terkonfirmasi jangan sampai yang sudah dinyatakan positif masih berkeliaran sehingga dapat membahayakan yang lain," tandasnya.(ron)


