| Rapat Minggon Kecamatan Pangkalan digelar di Desa Kertasari membahas khusus tentang pertanian, Selasa (22/11/21)(foto:Ade) |
KARAWANG - Dalam rapat minggon Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang yang dilaksanakan di Aula Desa Kertasari pada pekan ini salah satunya membahas masalah pertanian, khususnya pertanian padi.
Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Pangkalan, Oman A.Md., mengimbau kepada aparatur desa untuk menginformasikan kepada para petani di wilayahnya masing-masing untuk secara serentak menanam padi.
"Karena tanaman padi kalau tidak ditanam secara serentak dikhawatirkan akan diserang hama dan penyakit. Untuk itu harus serentak, minimal satu hamparan," ujar Oman, Selasa (23/11/2021).
Di wilayah Kecamatan Pangkalan, area sawah luasnya 2341 Ha dan semuanya adalah sawah tadah hujan, artinya sangat bergantung pada musim hujan.
Oman juga mengimbau kepada para petani untuk mengikuti Program Asuransi Usaha Tani.
"Untuk tanaman padi, preminya sebesar Rp. 180.000,- per hektar, dan alhamdulillah ada subsidi dari pemerintah kabupaten sebesar 80%. Artinya petani hanya membayar premi 20% saja atau hanya membayar Rp 36.000,- per hektar untuk mendapatkan perlindungan apabila terjadi gagal panen," paparnya .
Acara yang dipimpin langsung oleh Camat Pangkalan Usep Supriatna A.P., M.Si., dan dihadiri oleh unsur Muspika Pangkalan dan aparatur desa se-Kecamatan Pangkalan ini berlangsung santai dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Selain persoalan penanganan pandemi Covid-19 dan pertanian, rapat minggon pekan ini juga membahas antisipasi bencana alam karena sudah memasuki musim penghujan. Terutama antisipasi bencana banjir dan tanah longsor. (Ade).

