Iklan

Iklan

Pasca Kematian Pengemudi Ojol di Jakarta, Unjuk Rasa di Karawang Ricuh

BERITA PEMBARUAN
29 Agustus 2025, 17:22 WIB Last Updated 2025-08-29T11:13:13Z
Beberapa peserta aksi saat diamankan anggota Polres Karawang karena diduga memprovokasi saat demo di depan Mapolres, Jumat 29 Agustus 2025 (foto: ist)


KARAWANG - Aksi demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh kematian tragis seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), terus meluas ke berbagai daerah di Indonesia. 


Setelah sebelumnya pecah kerusuhan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, aksi solidaritas kini menjalar ke Karawang, Jawa Barat, dan berakhir ricuh.


Pantauan pada Jumat (29/8/2024) siang, unjuk rasa di depan Markas Polres Karawang yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi tegang. Massa yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa menyuarakan tuntutan keadilan atas kematian Affan. Orasi bernada tinggi serta poster bertuliskan "Keadilan untuk Affan" dan 'Jangan Biarkan Aparat Membunuh Rakyat' mewarnai aksi.


Namun, situasi memanas ketika sebagian massa mulai melemparkan botol plastik dan batu ke arah aparat kepolisian. Pihak kepolisian merespons dengan mengamankan sejumlah pelajar yang diduga memprovokasi kericuhan.


Aksi di Karawang merupakan bagian dari gelombang protes nasional yang meletus menyusul kematian Affan Kurniawan. Pemuda tersebut dilaporkan tewas setelah tertabrak kendaraan taktis milik Brimob saat kericuhan demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2024).


Insiden ini memicu kemarahan publik. Di Jakarta, demonstrasi berlanjut pada hari kedua dengan titik konsentrasi massa berpindah ke Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat. 


Sekira pukul 14.50 WIB, situasi kembali memanas saat massa mulai melemparkan petasan dan benda-benda ke dalam kompleks markas Brimob. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.


Suasana mencekam pun terjadi. Dentuman gas air mata dan jeritan massa terdengar, sementara banyak demonstran berlarian menutup mata dan hidung akibat paparan gas. Beberapa orang terlihat mengevakuasi rekan-rekannya yang pingsan.


Pihak keluarga Affan Kurniawan bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil menuntut keadilan dan transparansi. Mereka mendesak dibentuknya tim investigasi independen untuk mengusut tuntas tindakan aparat yang menyebabkan kematian Affan.


"Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini adalah bentuk kekerasan negara terhadap rakyatnya sendiri," tegas Farhan, salah satu orator dalam aksi di Karawang.


Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta juga mengecam keras penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat dan menyatakan perlunya pembentukan tim pencari fakta independen.


Menanggapi hal ini, Kepolisian melalui Kadiv Humas Polri menyatakan bahwa proses investigasi internal telah dimulai. 


"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Proses investigasi sedang berjalan dan kami berkomitmen untuk bersikap transparan," ujarnya dalam konferensi pers singkat.(np)



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pasca Kematian Pengemudi Ojol di Jakarta, Unjuk Rasa di Karawang Ricuh

Terkini

Topik Populer

Iklan