![]() |
| Jack Haris sedang menuangkan cat diatas kanvas diiringi Celo dan hangpang |
Selaku seniman rupa asli Karawang, Jack Haris tidak hanya berdiam diri atas pandemi yang terjadi. Meski dalam keterbatasan fasilitas, ia mencoba merespon apa yang terjadi di sekelilingnya.
"Menanggapi apa yang terjadi saat ini, di mana bumi tengah mengalami keheningan bising manusia. Bukan hanya karena kematian jiwa, melainkan rasa, cinta, dan kasih di setiap individu. Dalam lukisan yang terlihat ada dua makna yang tergambar tentang manusi dan alam, yang saling terhubung, dan tidak pernah bisa terpisahkan. Juga diiringi oleh nuansa musik instrumen Daud (Cello) dan Yuda (Hangpan)," jelasnya saat diwawancarai, Sabtu (6/6/20) siang.
Lanjutnya, keadaan kali ini memang telah menjadi sebuah cobaan bagi setiap individu. "Mungkin inilah yang dinamakan ujian bagi kita semua, apakah mampu kita bertahan dengan kondisi ini, atau pasrah menghadapinya?," tuturnya.
Saat ini, menurutnya, perlu ada rasa cinta, dan kasih yang semakin tebal dalam lubuk setiap individu bisa saling melindungi, juga bekerjasama.
"Kita tidak akan bisa mampu bertahan ketika rasa cinta kita sunyi dalam lubuk hati. Sunyi bumi saat ini semoga tidak terjadi dalam setiap insan," tandasnya.(yfs)


