Iklan

Iklan

Ketua Cabang Muhammadiyah Tirtajaya, Kritisi Keterlambatan Bansos

BERITA PEMBARUAN
06 Juni 2020, 00:07 WIB Last Updated 2020-06-06T03:45:54Z
Ketua Cabang Muhammadiyah Tirtajaya Samsudin
KARAWANG- Ketua Cabang Muhammadiyah Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang Samsudin Kmd, angkat bicara terkait persoalan bansos Non DTKS khususnya yang disalurkan dari Pemprov Jawa Barat kepada masyarakat.

Dijelaskan Samsudin, bahwa keterlambatan bantuan itu tidak hanya semata-mata dialami oleh Kecamatan Tirtajaya saja. Namun, di kecamatan yang lain pun keterlambatan suplay sembako yang dikirim dari Bulog tersebut seringkali terjadi.

Bansos Provinsi Jawa Barat Non DTKS untuk Kecamatan Tirtajaya sendiri, berjumlah 5.972 KPM (keluarga penerima manfaat).

Ia menuturkan, bahwa bantuan tersebut seharusnya sudah didistribusikan berbarengan dengan bantuan-bantuan lainya di bulan Mei 2020. Untuk Kecamatan Tirtajaya, turun bantuan pada tahap pertama tanggal (02/06/20) yang berjumlah 1.700 KPM dan hanya untuk 4 Desa yaitu : Desa Gempolkarya, Desa Medankarya, Desa Tambaksumur dan Desa Sumurlaban. Dimana masih tersisa 4.272 KPM yang belum kebagian padahal di tempat lain bantuan lainnya tahap 2 sudah bisa dicairkan.

"Turunnya Bansos Gubernur seperti tetesan air, hari ini bahan pokok datang, besok telurnya kemudian lusa baru uangnya datang," ujar Samsudin, Jumat (5/6/20).

Maka dari itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Tirtajaya ini meminta kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk memberikan peringatan kepada Bulog yang terkesan lambat dalam penyaluran bahan pokok.

"Masih banyak BUMN-BUMN lain yang siap sebagai penyalur atau dari swasta sebagai pihak ketiga juga banyak kok yang berminat bila memang Bulog tidak sanggup dalam hal penyediaan barangnya," tegas samsudin.(za)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketua Cabang Muhammadiyah Tirtajaya, Kritisi Keterlambatan Bansos

Terkini

Topik Populer

Iklan