![]() |
| Hj. Sri Rahayu Agustina ketika kunjungi Kelurahan Mekarjati |
Untuk itu, Ketua Forum Komunikasi Daerah (Forkomda) Puspa Kabupaten Karawang Hj. Sri Rahayu Agustina, SH menjelaskan, Puspa adalah wadah untuk menyamakan persepsi dan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak, di antaranya trafficking, kekerasan, prostitusi, pernikahan dini, putus sekolah pada anak perempuan, eksploitasi, kematian ibu dan anak.
“Forum Puspa ini adalah medium yang didalamnya ada unsur lembaga masyarakat, lembaga profesi, dan media yang bersinergi dan memiliki jejaring yang luas dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” jelas Sri Rahayu disela-sela kegiatan pendistribusian alat CTPS ( Cuci Tangan Pakai Sabun) yang bertempat di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karawang, Jumat (5/6/2020)
Saat disinggung kenapa di bentuk Forum Puspa, Sri Rahayu mengatakan Forum ini perlu dibentuk karena lembaga masyarakat dan profesi serta media memiliki jejaring yang luas dan lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, karena ada keterbatasan SDM sehingga keterlibatan forum ini sangat diperlukan dalam pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak.
“Apalagi, permasalahan perempuan dan anak ibarat fenomena gunung es. Kasus yang dilaporkan tidak sebanyak kasus yang terjadi di masyarakat,” terangnya.
Dikatakannya, Puspa untuk di Kabupaten Karawang ini terasa asing tetapi kita sejak berdiri satu tahun lalu, dan ketika akan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Karawang, kita dihadapkan dengan adanya pademi covid-19.
“Alhamdulillah Forkomda Puspa Kabupaten Karawang program tersendiri ikut berpartisipasi dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, bagi masyarakat Karawang,” ujarnya
Ditambahkannya, salah satu kegiatan yang dilakukan membuat tempat CTPS yang merupakan program Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Tetapi pihaknya bisa memberikan kontribusi.
“30 Tempat CTPS yang dibuat untuk didistribukan ke 30 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Karawang,” tutur Sri Rahayu.
Terkait pendistribusiannya menurut Sri Rahayu menyebar di 30 Kecamatan, diantaranya ada di desa/kelurahan, paud, jadi mendistribusikannya sesuai dengan anggota Puspa yang ada di Karawang. Selain memberikan bantuan Alat CTPS, Forkomda Puspa Karawang juga akan mensosialisasikan cara mencuci tangan yang benar.
“Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ini penting dilakukan. Ini yang akan jadi kunci untuk membunuh, merusak, dan mematikan virus yang mencemari tangan kita,” kata Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar ini
Ia menyebut penularan virus Covid-19 tidak langsung paling banyak terjadi. Penularan itu terjadi melalui benda di sekitar kita yang tercemar virus Covid-19 yang kita sentuh dan kemudian menyentuh mulut, hidung, dan mata. Maka penularan itu sangat efektif.
”Inilah cara yang paling banyak terjadi penularan akibat hantaran tidak langsung. Mungkin kita bisa melindungi diri dengan memakai masker, tapi pencemaran pada benda di sekitar kita yang biasa kita sentuh harus diwaspadai,” ujarnya.
Anggota DPRD Pronisi Jabar dari Fraksi Golkar ini menyebut selain mendistribusikan alat CTPS juga membagikan paket sembako kepada pengurus Forkomda Puspa Kabupaten Karawang yang tidak menutup kemungkinan terdampak covid-19.
“Tentunya semua terdampak Covid-19, artinya kita memberikan kontribusi nyata mensejahterakan anggota,” tambah Sri Rahyu
Dirinya berharap pandemi Covid-19 di Indonesia bisa cepat berlalu. Pandemi virus Corona membuat banyak lini kehidupan harus terhenti karena penyebarannya yang masif dan mematikan.
“Semoga semuanya kembali normal, semoga virus ini cepat berlalu, semoga kita kembali beraktivitas dan melakukan hal yang kita inginkan, ” pungkas Sri Rahayu. (rls/za)


