Iklan

Iklan

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkab Tapin Gelar Rakor

BERITA PEMBARUAN
26 Juli 2021, 13:46 WIB Last Updated 2021-07-26T06:46:07Z
Sekda Kabupaten Tapin H.Masyraniansyah  pimpin Rakor antisipasi lonjakan Covid-19 di Kabupaten Tapin di Aula Setda Pemkab Tapin, Rantau Baru, Senin (26/7/21)(foto:ron)


RANTAU- Cermati perkembangan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Tapin gelar Rapat Koordinasi yang bertempat di Aula Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Tapin Rantau Baru Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan, Senin 26/7/21.


Rakor dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapin H Masyraniansyah yang didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan H Errani Martin dan Staf Ahli Bidang Pemerintah Fiqri Irmawan serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Alfian Yusuf, Direktur RSUD Datu Sanggul dr Milhan, Kepala Kantor Satpol-PP H Mahyudin dan para Kepala SKPD serta Instansi terkait lainnya.


Pantauan beritapembaruan.id Rakor yang dipimpin Sekda H Masyraniansyah tersebut membahas tentang kesiapan seluruh SKPD dan instansi Pemkab Tapin terkait instrumen penanganan Covid-19. 


Diketahui berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, jumlah total kasus positif Covid-19 di Tapin sebanyak 1.446 orang,Total dirawat sebanyak 142 orang, total sembuh sebanyak 1.252 dan total yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 52 orang.


Sekertaris Daerah Kabupaten Tapin H Masyraniansyah sesaat usai menggelar Rakor mengatakan, dalam rakor ini kita membahas terkait tempat isolasi terpusat apabila terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tapin.


"Dulu memang tempatnya sudah disiapkan, namun dikarenakan kemarin-kemarin kasusnya landai sempat diistirahatkan, mengingat di Rumah Sakit sudah mulai terlihat lonjakan maka kita akan aktifkan kembali tempatnya," ungkapnya.


Masyraniansyah menuturkan kita bahas terkait teknis penggunaan tempat isolasi terpusat tersebut, dan kesiapan RSUD juga Dinas Kesehatan tentang pertanggungjawaban pelaksanaan serta pengelolaan di sana, kemudian pengamanan dari Satpol-PP dan kita bahas juga tentang pendanaannya.


"Kita sudah sepakat dan rencana pada hari Kamis lusa kita akan mengadakan rapat dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tapin untuk tindaklanjut berikutnya sekaligus meninjau lokasi terkait kesiapan tempat isolasi terpusat tersebut," terang H Masyraniansyah.


Lanjutnya, kita upayakan dalam minggu-minggu ini semua sudah siap. Sudah bisa dipakai tempat isolasi terpusat itu, guna mengantisipasi apabila ada terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Tapin.


"Tempat isolasi terpusat itu diperuntukkan nantinya bagi yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan atau OTG," imbuhnya.


Menurut Sekda, untuk anggarannya Insya Allah sudah siap dan dipastikan cukup, selain dari Dana BLUD juga ada dari dana recofusing yang memang sudah disiapkan.


"Dana yang tersedia berkisar sekitar 4 sampai 5 miliar untuk enam bulan kedepan, sehingga silahkan tinggal dipergunakan sebagaimana mestinya," tutur Sekda.


Di tempat yang sama Direktur RSUD Datu Sanggul dr Milhan mengatakan, di RSUD Datu Sanggul sebelumnya tersedia 20 bad room tempat isolasi lalu kita tambah 20 lagi, jadi total ada 40 bad room dan saat ini sudah terisi 34 ruang.


"Untuk ketersediaan oksigen awalnya diperkirakan hanya sampai hari ini, namun tadi malam datang kembali 30 tabung oksigen. Jadi bisa cukup perkiraan sampai nanti malam," terangnya.


Lanjutnya, hari ini kita mengambil kembali ke Samator namun harus antri karena seluruh rumah sakit di Kalsel mengalami hal yang sama, yakni kekurangan oksigen dan informasinya dari Dinas Energi Provinsi Kalimantan Selatan sudah minta pasokan kembali, mudah-mudahan di Kalsel tidak mengalami krisis oksigen.


"Memang kebutuhan oksigen bagi pasien positif Covid-19 yang dirawat ini cukup tinggi, bahkan ada dalam waktu 2 sampai 3 jam 1 tabung oksigen buat 1 pasien itu habis," jelasnya.


Dr Milhan menambahkan, bahwa siapa pun bisa terpapar Covid-19, bahkan diketahui per hari Sabtu (24/7/21) ada 18 petugas medis di RSUD Datu Sanggul yang positif.


"Namun tenaga medis baik dokter maupun perawat masih mampu mengcover pasien Covid-19 yang di rawat di RSUD Datu Sanggul," tegasnya.


Ia menjelaskan RSUD Datu Sanggul mempersiapkan bangunan tambahan berupa tenda di halaman depan RSUD untuk IGD persiapan apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Tapin.(ron)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkab Tapin Gelar Rakor

Terkini

Topik Populer

Iklan