Iklan

Iklan

Pemkab Bekasi Targetkan Akhir Agustus 50 Persen Warganya Sudah Divaksin

BERITA PEMBARUAN
26 Juli 2021, 14:07 WIB Last Updated 2021-07-26T07:07:02Z
PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan saat membuka Sentra Vaksinasi BPBD Jawa Barat di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Senin (26/7/21)(foto:sigit)


BEKASI- Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan membuka Sentra Vaksinasi BPBD Jawa Barat di Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi dalam rangka penerapan PPKM Darurat di Kabupaten Bekasi cukup efektif menurunkan angka kasus positif Covid-19. 


Namun di sisi lain terjadi kenaikan kasus kematian dari pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, yang kondisinya tidak memadai.


Menurut Dani, untuk mempercepat program vaksinasi di kawasan industri, pihaknya akan mengambil vaksin yang sudah disiapkan Kementerian Perindustrian sejumlah 5 juta vaksin untuk Jawa dan Bali.


"Kabupaten Bekasi bertekad, ingin menyerap vaksin (industri) tersebut lebih cepat dan paling duluan. Sehingga mulai Senin ini (26/07), kita akan identifikasi perusahaan mana yang belum melakukan vaksinasi. Mereka tinggal menyiapkan sentra vaksinnya, nanti tim kita turun, dari Dinas Kesehatan dibantu TNI Polri sebagai tim vaksinator," terangnya.


Kemudian kata Dani, BPBD dibantu Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dispora, Dinas Kominfo juga arahan atau instruksi dari gubernur Jawa Barat untuk membantu kaum minoritas mempercepat laju vaksinasinya karena memang sangat besar dan beberapa bulan terakhir memang masih perlu ditingkatkan dengan kapasitas 56000, dan hari ini tidak kurang dari 2000 atau lebih, seminggu sebelumnya pramuka juga Palang Merah Indonesia Kabupaten Bekasi telah membantu juga turut mendukung.


"Kegiatan ini melalui vaksinasi gotong-royong yang didanai perusahaan akan berlanjut oleh Kadin dan Apindo. Kalau yang reguler akan didanai oleh Dinas Kesehatan melalui puskesmas-puskesmas, koramil dan kepolisian melalui polsek-polsek, itu akan menjadi serbuan terus menerus dengan target akhir Agustus 50%  dari jumlah penduduk 2,4 juta jadi 1,2 harus sudah tervaksin," jelas Dani. 


Yang terpapar Covid-19 lanjut Dani, sebagian besar atau sekitar 80 persen adalah yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak semuanya memadai, sehingga akhirnya terjadi penurunan kondisi, masuk rumah sakit sudah telat, sehingga terjadi naiknya angka kematian," ujar Dani.


Karena itu, Dani menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengambil langkah untuk memfasilitasi pasien yang terpapar Covid-19 di tempat Isolasi secara terpusat.


"Pemda sudah menyediakan hotel-hotel untuk sewa, dan kami juga mendorong agar di setiap kawasan industri menyediakan tempat isolasi terpusat secara gotong-royong dari dana CSR perusahaan," jelas Pj.Bupati .


"Sesuai dengan pengalaman kita selama ini, bahwa pasien yang terpapar tapi sudah pernah divaksinasi kondisinya lebih ringan," ulasnya.


Sementara itu, kepada seluruh masyarakat kami berharap untuk semua fasilitas vaksinasi ini dimanfaatkan sebaik baiknya. Siahkan kata Dani, berburu tempat vaksin di manapun lebih cepat lebih baik, bahwa orang yang divaksin masih rentan terpapar tapi daya tahannya lebih baik, 80% yang masuk wisma atlet itu belum tervaksin dan 20% yang sudah di vaksin kondisinya lebih baik , dan beberapa di antara harus dirujuk ke rumah sakit terutama yang punya penyakit bawaan dan lansia, bahkan ada yang tidak terselamatkan dari pandemi sekarang yang lebih dasyat.


"Betul semua itu kita tetap berdoa kepada Allah SWT memohon agar wabah ini cepat selesai, supaya roda perekonomian Kabupaten Bekasi bisa normal kembali," harap Dani (sigit)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemkab Bekasi Targetkan Akhir Agustus 50 Persen Warganya Sudah Divaksin

Terkini

Topik Populer

Iklan