![]() |
| Pendiri Konveksi Junaedi (ke empat dari kiri) bersama mahasiswa UBP di tempat Konveksi Desa Ciptasari, Pangkalan, Rabu (21/7/21)(foto: rin) |
KARAWANG- Universitas Buana Perjuangan Karawang kembali melakukan agenda rutin tahunan, Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan KKN tahun ini dilakukan secara online karena masih dalam pandemi Covid-19.
Untuk pelaksanaan, mahasiswa berkoordinasi melalui media online seperti google meet dan google zoom, adapun tema KKN pada tahun ini bertemakan 'Sinergi Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan di Era New Normal'.
Salah satu desa yang dijadikan lokasi KKN online adalah Desa Ciptasari yang terletak di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.
Tujuan dari kegiatan KKN ini adalah melakukan pendampingan secara online dan kajian ilmiah terhadap unit usaha, baik UMKM, Kepariwisataan, Produsen atau Pengrajin rumahan, ataupun koperasi sehingga diharapkan kembali bangkit di masa New Normal.
Konveksi kain salah satu home industri yang berada di Desa Ciptasari yaitu perusahaan yang memproduksi seragam sekolah didirikan pada tahun 2009 oleh Junaedi.
Menurut Junaedi, dengan bermodalkan pengalaman yang dimilikinya itu sendiri, perusahaan ini hanya memproduksi pesanan seragam sekolah dalam jumlah besar yang kemudian dikirim ke toko seragam sekolah yang beralamat di Jakarta.
"Ketika jumlah pesanan melampaui kapasitas, maka saya melimpahkan sebagian produksinya kepada masyarakat sekitar yang memiliki skill menjahit," ujar Junaedi, Rabu (21/7/21).
Bahkan kata Junaedi pihaknya memfasilitasi peralatan mesin jahitnya untuk mempermudah produksinya.
"Untuk masyarakat yang tidak mempunyai skill menjahit saya memberikan pekerjaan sebagai pemotong bahan, menyetrika, dan packing," terang Junaedi.
Namun di masa pandemi seperti ini lanjut Junaedi, usaha ini juga mengalami dampak buruk, seperti penurunan produksi yang di sebabkan dari menurunnya jumlah pesanan. Bahkan usahanya sempat terhenti selama satu setengah tahun, jumlah produksi yang sebelumnya mencapai lebih kurang 2500 pcs perminggu menjadi 1120 pcs perminggu.
"Semoga pademi ini segera berakhir sehingga usahanya berjalan kembali normal seperti sediakala," harapnya.(rin).


