| Mahasiswa FTK UIN Antasari gelar pengabdian pada masyarakat dengan tema'FTK Berdedikasi Jilid 2' di Desa Loksado HSS, 1 Januari-6 Februari 2022,(foto:ist) |
BANJARMASIN - Mahasiswa FTK UIN Antasari bersatu guna mengabdi untuk masyarakat dan menjadi hari yang paling berkesan pada 30 Januari - 6 Februari
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh DEMA FTK 2021-2022 dan bernama 'FTK Berdedikasi jilid II' serta mengusung tema Dedikasi untuk Banua, Ciptakan Karya Nyata ini mempunyai 5 misi yakni Keagamaan, Pendidikan, Wisata dan Budaya, Lingkungan Hidup & Kesehatan, dan Ekonomi Kreatif di Desa Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Ketua Pelaksana FTK Berdedikasi Jilid 2 Muhammad Yasin Fatih mengatakan, bicara FTK Berdedikasi ini merupakan kegiatan rutinan DEMA FTK UIN Antasari Banjarmasin.
"Kali ini kami menginginkan pengabdian yang menyentuh ke karakter masyarakat bukan berupa event saat di sana," ujarnya
Yasin mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan panitia dan volunteer atau pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, yang membuat kegiatan ini menjadi sukses dan berkesan di masyarakat.
"Dalam kegiatan ini, masing-masing bidang mempunyai produk programnya tersendiri, misalnya saja keagamaan dengan pemakmuran masjid, pendidikan dengan mengajar di dalam sekolah dan di luar sekolahnya, wisata dan budaya dengan pengembangan objek wisata daerahnya, lingkungan hidup dan kesehatan dengan bersih-bersihnya, ekonomi kreatif dengan paid promote serta pasar murahnya. Serta banyak lagi hal-hal yg mereka lakukan untuk benar-benar mendedikasikan diri terhadap daerah," terangnya, Senin (7/2/22).
Sementara Ketua Umum Dema FTK Muhammad Iqbal menerangkan, perihal mendedikasikan diri ini adalah dalam rangka mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai mahasiswa haruslah selalu berpegangan terhadap 3 poin tersebut.
"Makanya kali ini, kami dari Dema FTK mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk bersama-sama mendedikasikan diri untuk banua, guna memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. FTK Berdedikasi adalah cita-cita bersama guna memberikan karya nyata," tuturnya.
Lanjut Iqbal, pada saat kegiatan berlangsung kebetulan masyarakat adat di sana melangsungkan Aruh Basambu, aruh kali ini dimaksudkan agar panen mereka dijaga dan dijauhkan dari hal-hal yang menganggu panen mereka. Dan kepala adat suku dayak atau yang biasa disebut sebagai Damang berpesan banyak kepada kami.
"Ingat betul apa yang disampaikan Damang, agar selalu menjaga adat dan budaya yang telah dilaksanakan oleh nenek moyang, karena ini adalah salah satu aset Kalsel yang harus selalu dijaga dan jangan sampai tergerus oleh zaman," tutupnya.(ron)

