![]() |
| Damkar dan relawan saat padamkan api yang melahap hutan di Tapi Selatan, Minggu 27 Agustus n2023 malam.(foto:ist) |
RANTAU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin melaporkan gelombang insiden Kebakaran Lahan dan Hutan (KARHUTLA) yang berkelanjutan sepanjang musim kemarau, hingga akhir Agustus 2023.
Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Relawan dan masyarakat setiap harinya terus berjibaku melakukan upaya penanggulangan KARHUTLA yang masih kerap terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan tersebut.
Diketahui, setiap hari baik siang maupun malam, tidak kurang dari dua lokasi yang berbeda di beberapa wilayah di Kabupaten Tapin mengalami kebakaran lahan. Sehingga mengharuskan pihaknya untuk selalu siaga melakukan penanganan agar kebakaran lahan tersebut tidak berdampak lebih meluas lagi.
"Seperti pada hari ini Minggu (27/8/2023) malam, api membakar lahan di dua lokasi berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tapin H Ahmad Sofyan.
Menurut Ahmad Sofyan, lokasi pertama, mulai sekira pukul 18.05 WITA, api membakar semak belukar lahan kosong persawahan di RT 14/05 Kelurahan Raya Belanti Kecamatan Binuang. Dan lokasi kedua di Desa Rumintin Kecamatan Tapin Selatan, mulai sekira pukul 19.06 WITA, api membakar kurang lebih 0,5 hektar lahan.
"Untuk yang di Kelurahan Raya Belanti, kurang lebih 4 hektar semak belukar dilahan kosong persawahan terbakar dan berdampak menimbulkan kabut asap diwilayah RT 14 dan sekitarnya," sebutnya.
Namun kata Sofyan,berkat upaya yang dilakukan Tim Satgas KARHUTLA, BPBD, TNI, Polri, relawan dan bantuan dari masyarakat, dengan menggunakan beberapa mesin damkar portabel. Dan lanjutnya, sekitar pukul 21.50 WITA api berhasil dapat dipadamkan di dua lokasi berbeda tempat terjadinya kebakaran lahan ini.
"Tidak adak korban jiwa ataupun luka. Untuk penyebab keduanya belum diketahui dan kondisi saat ini masih terdapat kepulan asap namun kondisi dalam status aman," jelasnya.(ron)


