KARAWANG - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Karawang tahun 2026, muncul sosok perempuan muda yang membawa semangat perubahan.
Dia adalah Karina Widya Heriyanto, seorang jurnalis sekaligus aktivis desa yang menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Kepala Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek.
Di tengah dinamika politik desa yang masih kerap didominasi laki-laki, langkah Karina menjadi simbol kebangkitan perempuan dalam ruang kepemimpinan. Kehadirannya bukan sekadar sebagai kandidat, tetapi juga representasi semangat emansipasi perempuan dan refleksi nyata perjuangan Raden Ajeng Kartini di era modern.
Dengan mengusung jargon “Cikampek Timur Maju”, Karina mengajak masyarakat menjadikan Pilkades yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang sebagai momentum persatuan, bukan perpecahan.
“Mohon doa dan restunya. Saat ini saya juga sedang meminta izin dan dukungan dari keluarga agar bisa maju dalam Pilkades,” ujar Karina.
Perjalanan Karina menuju panggung politik desa bukanlah hal instan. Ia tumbuh dari lingkungan masyarakat bawah dan memahami langsung denyut kehidupan warga.
Pengalamannya di dunia jurnalistik membentuk kepekaan terhadap persoalan sosial, sementara keterlibatannya dalam pemerintahan desa memberinya pemahaman mengenai tata kelola serta pelayanan publik.
Saat ini, Karina menjabat sebagai Direktur BUMDes Cikampek Timur. Sebelumnya, ia aktif di Karang Taruna sejak 2016 dan pernah menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2021-2025.
Lebih dari satu dekade pengabdian di lingkungan desa menjadi modal kuat baginya untuk maju dalam kontestasi Pilkades. Ia meyakini, membangun desa bukan hanya soal menghadirkan program, tetapi juga menghadirkan pemimpin yang mau mendengar, merangkul, dan bekerja bersama masyarakat.
“Insya Allah, saya siap,” tegasnya.
Keputusan Karina untuk maju juga membawa pesan kuat bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama dalam memimpin. Ia ingin mematahkan stigma lama yang selama ini membatasi peran perempuan di ruang publik.
Dalam visinya, Karina menaruh perhatian besar pada sektor ekonomi sebagai fondasi kemandirian desa. Ia berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, desa yang maju adalah desa yang masyarakatnya berdaya.
“Kita harus membuka peluang ekonomi baru. Masyarakat harus punya kesempatan untuk berkembang dan mandiri secara finansial,” jelasnya.
Selain itu, Karina juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, pemuda, dan kelompok perempuan dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif. Ia percaya, kemajuan desa hanya dapat tercapai jika seluruh elemen masyarakat dilibatkan.
Langkah Karina pun menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda di desa bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari desa, perubahan besar bisa dimulai.
Di tengah arus perubahan zaman, kehadiran figur seperti Karina menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak pernah padam. Semangat itu hidup dalam keberanian perempuan untuk melangkah, bersuara, dan mengambil peran dalam menentukan arah masa depan.
“Saya ingin Cikampek Timur benar-benar maju, bukan hanya dalam pembangunan fisik, tapi juga kualitas manusianya,” pungkasnya.(ifn)


