Iklan

Iklan

Nekat Lompat dari Lantai 3, Warga Karawang Berhasil Kabur dari Sindikat Scam Kamboja

BERITA PEMBARUAN
15 Juni 2026, 16:28 WIB Last Updated 2026-06-15T09:28:40Z
Anggota DPR RI Celica Nurrachadiana (tengah) didampingi Pengacara Jabar Istimewa dan istri korban Jajat Sudrajat, Senin 15 Juni 2026.(foto: ist)


KARAWANG - Perjuangan panjang dan penuh risiko akhirnya berbuah manis bagi Jajat Sudrajat (33), warga Karawang yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Setelah mengalami penyiksaan, dipaksa bekerja sebagai pelaku penipuan daring (online scammer), hingga nekat melompat dari lantai tiga gedung untuk melarikan diri, Jajat kini akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya.


Kedatangan Jajat ke Indonesia disambut penuh haru oleh keluarga dan pihak-pihak yang selama ini berjuang membantu proses pemulangannya. Perjalanan pulang korban tidak berjalan mudah karena sempat mendapat hambatan dari perusahaan tempat ia bekerja yang terus mencari keberadaannya setelah melarikan diri.


Jajat mengungkapkan, dirinya nekat melompat dari lantai tiga kantor tempatnya bekerja karena sudah tidak sanggup lagi menahan tekanan dan perlakuan yang dialaminya selama berada di Kamboja.


"Tidak ada jalan untuk kabur selain melompat dari lantai tiga. Akhirnya saya lompat dan setelah itu tidak bisa bangun lagi. Beruntung ada orang yang menolong saya," ujar Jajat, Senin (15/6/2026).


Akibat aksi nekat tersebut, Jajat mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan dengan menggunakan kursi roda. Selama masa pemulihan, ia mengaku bersembunyi dari kejaran pihak perusahaan yang berusaha menemukannya.


"Saya diselamatkan warga setempat karena mengalami patah tulang. Selama penyembuhan saya harus sembunyi dari kejaran perusahaan," katanya.


Jajat menceritakan, awal mula dirinya berangkat ke Kamboja karena tergiur tawaran pekerjaan dari seorang teman. Ia dijanjikan bekerja di restoran dengan gaji besar. Namun sesampainya di negara tersebut, kenyataan yang dihadapi jauh berbeda.


Alih-alih bekerja di restoran, Jajat justru dipaksa menjadi pelaku penipuan daring yang menargetkan korban melalui internet. Jika menolak bekerja, ia mengaku mendapat ancaman dan penyiksaan.


"Saya dipaksa bekerja sebagai online scammer. Kalau tidak mau, saya disiksa. Gaji yang diterima juga sangat kecil, hanya sekitar Rp2 jutaan," ungkapnya.


Selama hampir satu bulan setelah berhasil melarikan diri, Jajat terus berjuang agar bisa kembali ke Indonesia. Berbagai upaya dilakukan hingga akhirnya mendapat bantuan dari sejumlah pihak.


Pemulangan Jajat ke Tanah Air melibatkan kolaborasi berbagai instansi dan lembaga, mulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karawang, Baznas, hingga Anggota DPR RI Komisi IX, Cellica Nurrachadiana.


Cellica mengatakan, keberhasilan pemulangan Jajat merupakan hasil kerja sama dan kepedulian banyak pihak yang tidak berhenti berupaya membantu korban hingga dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.


"Semua pihak bekerja keras agar korban bisa dipulangkan. Alhamdulillah akhirnya kita bisa membawa kembali korban pulang ke rumah," kata Cellica.(mu)



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Nekat Lompat dari Lantai 3, Warga Karawang Berhasil Kabur dari Sindikat Scam Kamboja

Terkini

Topik Populer

Iklan