![]() |
| Perkumpulan Masyarakat Batak Karawang dan warga Madura usai klarifikasi yang dimediasi Kepala Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur Karawang, Jumat 28 November 2025.(foto: ist) |
KARAWANG - Viral di berbagai media sosial, sebuah pernyataan dari seorang warga bernama Lesmana Saragih yang dinilai menyinggung perasaan warga Madura saat proses pembongkaran bangunan liar di sepanjang Jalan Interchange Karawang pada Rabu (26/11/2025), akhirnya berujung pada klarifikasi dan permintaan maaf.
Proses klarifikasi tersebut berlangsung pada Jumat (28/11/2025) dan dimediasi langsung Kepala Desa Wadas, Jujun Junaedi. Pertemuan itu juga dihadiri jajaran Perkumpulan Masyarakat Batak Karawang (PERMATA Karawang), mulai dari ketua umum, sekum, ketua harian hingga perwakilan dari biro hukum.
Sementara dari pihak masyarakat Madura Karawang, hadir Fauzi, Syamsul, serta sejumlah tokoh lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lesmana Saragih mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara tulus atas ucapannya yang menimbulkan kegaduhan.
“Sebenarnya saya tidak ada niatan untuk merendahkan atau menghina saudara saya warga Madura,” ujar Lesmana.
Ia juga menceritakan bahwa selama ini dirinya memiliki hubungan yang harmonis dengan warga Madura di Karawang. Lesmana menegaskan kembali permintaan maafnya kepada seluruh pihak yang merasa tersakiti.
Tak hanya itu, ia turut mengoreksi pernyataannya yang sempat mengaku sebagai wartawan.
"Saya sempat menyebut jati diri saya sebagai wartawan. Dengan ini saya memohon maaf kepada teman-teman wartawan. Bukan niat saya untuk mencemari profesi wartawan, itu murni emosi sesaat,” ucapnya.
Lesmana juga meluruskan informasi terkait bangunan yang diperjuangkannya. Ia menegaskan bahwa bangunan tersebut berada di atas tanah milik pribadi, bukan tanah garapan sebagaimana isu yang beredar.(MU)


