![]() |
| Wakil Kepala BGN yang menuai sorotan publik terkait dugaan penghinaan terhadap Ketua BEM UGM di medsos.(foto: ist) |
JAKARTA – Ruang digital kembali diramaikan polemik yang melibatkan pejabat publik. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. Sony Sonjaya, menjadi sorotan setelah diduga mengunggah tiga emoji monyet di kolom komentar media sosial Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.
Tindakan tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai respons yang tidak pantas terhadap kritik mahasiswa terkait isu kebijakan gizi nasional.
Kritik yang disampaikan Tiyo sebelumnya disebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap pemerintah.
Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gema Kosgoro, Agus Syarifudin, menyampaikan kecaman keras.
Dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2), Agus menilai respons tersebut mencerminkan sikap antikritik pejabat publik.
“Sangat disayangkan jika seorang pejabat negara membalas kritik mahasiswa dengan simbol yang berpotensi merendahkan. Kritik adalah bagian dari dinamika demokrasi dan harus dijawab dengan argumentasi yang substansial,” ujar Agus.
Menurutnya, apa yang dilakukan Ketua BEM UGM merupakan bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik. Ia menegaskan, pejabat negara seharusnya membuka ruang dialog, bukan merespons dengan tindakan yang memicu polemik.
Agus juga menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mendesak pimpinan BGN dan pemerintah untuk mengevaluasi jabatan Wakil Kepala BGN apabila terbukti melanggar kode etik. Kedua, meminta klarifikasi serta permintaan maaf terbuka kepada mahasiswa. Ketiga, menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk aksi unjuk rasa, apabila tidak ada tindak lanjut.
“Kami mendorong agar persoalan ini disikapi secara bijak. Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat antara pemerintah dan mahasiswa,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Wakil Kepala BGN terkait dugaan tersebut.(****)


