Iklan

Iklan

Jelang Hari Kartini, Nining Elitos Jadi Simbol Perempuan Pejuang Buruh dan Keadilan Sosial

BERITA PEMBARUAN
15 April 2026, 12:34 WIB Last Updated 2026-04-15T05:34:53Z
Nining Elitos (foto: ist)


BEKASI - Menjelang peringatan Hari Kartini, sosok Nining Elitos hadir sebagai gambaran nyata perempuan tangguh yang terus memperjuangkan keadilan di tengah berbagai tantangan. 


Sebagai ibu rumah tangga sekaligus aktivis buruh, Nining membuktikan bahwa peran domestik tidak menjadi batas bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam perjuangan sosial.


Lahir di Bengkulu pada 1978, perjalanan hidup Nining berawal dari dunia industri saat bekerja sebagai buruh pabrik di PT Arota Mas Textile. 


Dari ruang produksi itulah kesadaran kolektifnya tumbuh hingga mendorongnya mendirikan Serikat Buruh Gabungan Mandiri (SBGM).


Semangat organisasinya terus berkembang. Pada tahun 2000, ia turut membentuk Gabungan Serikat Buruh Mandiri (GSBM) dan dipercaya mengemban jabatan Wakil Ketua Umum serta Sekretaris Umum. 


Konsistensinya dalam gerakan buruh kemudian mengantarkannya menjadi salah satu inisiator berdirinya Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) pada 2008.


Sejak saat itu, Nining memegang peran strategis sebagai Ketua Umum KASBI selama empat periode hingga 2023. Pada periode 2023–2027, ia kini menjabat sebagai Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, tetap berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak buruh di berbagai daerah.


Meski tidak lagi bekerja di pabrik, semangat perjuangannya tak pernah padam. Ia kini lebih fokus menggerakkan advokasi, pendidikan buruh, serta konsolidasi organisasi pekerja di berbagai wilayah.


Di balik kiprahnya di ruang publik, Nining juga menjalankan peran sebagai ibu dari tiga anak. Bersama suami, ia membagi tanggung jawab mengurus keluarga, sekaligus membuktikan bahwa perempuan mampu menjalankan banyak peran tanpa kehilangan komitmen terhadap perjuangan.


Perjalanan pendidikannya pun ditempuh dengan tekad kuat. Setelah menamatkan pendidikan dasar hingga menengah di Sumatera, ia melanjutkan studi dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Attahiriyah.


Bagi Nining, tantangan perempuan saat ini masih besar. Ia menilai perempuan masih kerap dipandang sebagai objek, bukan subjek yang memiliki peran penting dalam berbagai lini kehidupan.


“Perempuan seharusnya dapat mengambil peran, dan lingkungan sekitarnya juga harus melihat serta mengakui peran tersebut, baik sebagai ibu rumah tangga, pekerja, pejabat, maupun aktivis,” ujarnya kepada media, Rabu 15 April 2026.


Inspirasi perjuangannya datang dari tokoh-tokoh besar yang ia kagumi, seperti S.K. Trimurti, pejuang perempuan sekaligus mantan Menteri Tenaga Kerja RI yang dikenal gigih membela buruh. Selain itu, ia juga mengidolakan Luiz Inácio Lula da Silva, mantan aktivis serikat pekerja yang berhasil menjadi Presiden Brasil.


Sikap kritis Nining juga terlihat dalam merespons berbagai situasi yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi. Ia secara tegas mengecam tindakan anti kritik dan menyerukan agar ruang demokrasi tetap dijaga.


Menjelang Hari Kartini, Nining Elitos menjadi pengingat bahwa semangat emansipasi tidak berhenti pada simbol semata, tetapi hidup dalam tindakan nyata. 


Dari ruang domestik hingga panggung perjuangan buruh, ia menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk melawan ketidakadilan dan menjadi penggerak perubahan.(Raditya)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jelang Hari Kartini, Nining Elitos Jadi Simbol Perempuan Pejuang Buruh dan Keadilan Sosial

Terkini

Topik Populer

Iklan