![]() |
| Jajaran Pengurus MIO Indonesia PW Jabar usai acara Halalbihalal di Cimahi Sabtu 11 April 2026.(foto: ist) |
CIMAHI – Pengurus Media Independen Online (MIO) Indonesia Wilayah Jawa Barat (PW MIO Jabar) menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus konsolidasi pengurus, Sabtu (11/4/2026), di Cimahi, Jawa Barat.
Mengusung tema “Mempererat Tali Silaturahmi dan Persaudaraan di antara Pengurus”, kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus inti, Dewan Pembina PW MIO Jabar, serta perwakilan Pengurus Pusat MIO Indonesia.
Ketua PW MIO Jabar, Azhari, menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi.
“MIO Indonesia ini organisasi media, sebuah wadah yang bisa disebut sebagai rumah. Sebagai anggota, kita adalah penghuni rumah tersebut. Kalau bukan kita yang menjaga dan memeliharanya, siapa lagi,” ujar Azhari.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para pengurus dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pengurus inti menjadi bukti komitmen dalam membesarkan organisasi.
“Saya percaya kawan-kawan yang hadir adalah sosok-sosok yang mampu membawa MIO semakin besar, khususnya di Jawa Barat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Azhari memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan dalam satu tahun ke depan. Selain menjalin silaturahmi dengan Forkopimda, MIO Jabar akan fokus pada penyusunan program kerja di 11 departemen yang ada.
“Setiap pengurus memiliki kewajiban menyusun program kerja departemen masing-masing. Program ini nantinya akan diajukan kepada lembaga pemerintah terkait sebagai bentuk kontribusi organisasi,” jelasnya.
Tak hanya itu, MIO Jabar juga tengah menyiapkan program kemitraan serta pengembangan media online induk yang akan menaungi berbagai media milik anggota.
Pembina MIO Jawa Barat, H. Asep Ruslan, turut memberikan apresiasi terhadap rencana program kerja tersebut. Ia menilai MIO memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi organisasi media yang kuat.
“MIO Jabar ini berisi para pemilik media online yang memiliki wartawan. Jadi berbeda dengan organisasi wartawan pada umumnya. Jika 10 media saja bergabung, jumlah wartawannya sudah sangat besar,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen anggota melalui iuran sebagai bentuk rasa memiliki terhadap organisasi.
“Iuran anggota adalah wujud soliditas. Ini menjadi ruh bagi MIO Jabar untuk tumbuh menjadi organisasi yang diperhitungkan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan MIO Pusat, Murfito Adi, mengapresiasi rencana pengadaan kantor sekretariat MIO Jabar di Kota Bandung. Menurutnya, keberadaan sekretariat memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas organisasi.
“Kantor sekretariat bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga menjadi basis perjuangan untuk menjalankan program dan langkah organisasi ke depan,” ujarnya.
Kegiatan halal bihalal dan konsolidasi ini ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk kesembuhan Pembina Ai Mulyani yang tengah sakit, serta untuk Abdul Jabar yang tertimpa musibah longsor di Bandung Barat.
(Humas MIO Jabar)


