Iklan

Iklan

Pembakaran Ban Bekas Warnai Aksi Mahasiswa di Depan Gedung DPRD

BERITA PEMBARUAN
02 Mei 2026, 18:23 WIB Last Updated 2026-05-02T12:02:10Z
Aksi mahasiswa dan buruh di depan Gedung DPRD Karawang, Sabtu 2 Mei 2026.(foto: Ali G) 

KARAWANG – Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat sipil di depan Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Sabtu (2/5/2026), berlangsung memanas. 


Massa yang sejak sore berunjuk rasa meningkatkan tekanan dengan merapat ke gerbang utama kantor DPRD.


Situasi berubah tegang ketika demonstran membakar ban bekas di depan pintu masuk utama. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di kawasan Jalan Ahmad Yani, menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.


Aksi bakar ban itu menjadi simbol kekecewaan massa terhadap berbagai persoalan yang dinilai tak kunjung diselesaikan oleh pemerintah daerah maupun DPRD Karawang.


Pantauan di lapangan, orator secara bergantian menyuarakan tuntutan. Mereka menilai DPRD Karawang gagal menjalankan fungsi pengawasan, khususnya dalam isu pendidikan dan ketenagakerjaan.


“DPRD jangan hanya duduk diam. Kami datang membawa tuntutan rakyat Karawang,” teriak salah satu orator, disambut sorakan massa.


Dalam aksi tersebut, massa mengusung tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak realisasi anggaran pendidikan yang lebih adil, transparan, dan tepat sasaran. 


Mahasiswa menyoroti masih banyaknya persoalan akses sekolah hingga bantuan pendidikan yang belum merata.


Kedua, massa menuntut pencabutan regulasi yang dinilai melegalkan sistem outsourcing dan praktik magang murah. Kalangan buruh menilai kebijakan tersebut memperlemah posisi pekerja dan membuka ruang eksploitasi, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.


Ketiga, demonstran mendesak penegakan sanksi tegas terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan kuota 60 persen tenaga kerja lokal di Karawang. Isu ini menjadi sorotan utama karena dinilai banyak perusahaan masih mengabaikan kewajiban tersebut.


Di tengah meningkatnya tensi, aparat kepolisian dari Polres Karawang memperketat pengamanan. Barikade petugas berseragam lengkap tampak berjaga di balik gerbang utama untuk mengantisipasi massa masuk ke dalam kompleks DPRD.


Sejumlah petugas juga terlihat melakukan pendekatan persuasif dan negosiasi dengan koordinator lapangan guna meredam situasi agar tidak semakin memanas.


Namun hingga menjelang petang, belum ada perwakilan pimpinan DPRD Karawang yang menemui massa. Kondisi tersebut memicu kekecewaan demonstran yang merasa aspirasinya kembali diabaikan.


Perwakilan mahasiswa menegaskan, massa tidak akan membubarkan diri sebelum pimpinan DPRD turun langsung dan menandatangani nota kesepakatan.


“Kami tidak akan mundur sebelum pimpinan DPRD menemui kami dan menandatangani tuntutan ini,” tegas salah satu perwakilan aksi.


Aksi unjuk rasa tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar Jalan Ahmad Yani. Kemacetan panjang tak terhindarkan, dengan antrean kendaraan mengular dari dua arah akibat sebagian ruas jalan dipadati massa dan kendaraan aparat.


Pengendara diimbau menghindari kawasan depan Gedung DPRD Karawang dan mencari jalur alternatif.


Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Situasi tetap dinamis dan berpotensi berkembang seiring belum adanya respons langsung dari pihak DPRD Karawang.(eg)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pembakaran Ban Bekas Warnai Aksi Mahasiswa di Depan Gedung DPRD

Terkini

Topik Populer

Iklan