Iklan

Iklan

Di Tengah Tangis, Ibu Korban Minta Proses Hukum Dugaan Pencabulan Anak Diusut Tuntas

BERITA PEMBARUAN
19 Juni 2026, 07:01 WIB Last Updated 2026-06-19T00:01:52Z
MT ibu korban usai sidang perdana di PN Karawang (foto: ist)


KARAWANG – Suasana emosional menyelimuti sidang perdana perkara dugaan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur yang digelar di Pengadilan Negeri Karawang, Rabu (17/6/2026). 


Tangis seorang ibu pecah di luar ruang sidang setelah menyaksikan putrinya kembali harus mengingat pengalaman yang dinilai telah meninggalkan luka mendalam.


Persidangan yang berlangsung di ruang sidang anak itu sempat diwarnai suasana haru ketika MT, ibu korban, keluar dari ruang sidang dalam kondisi menangis. Ia mengaku tidak kuasa melihat putrinya kembali menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang menurutnya telah berulang kali dijelaskan selama proses persidangan.


“Saya merasa heran, saya dan anak saya sudah menjelaskan berulang kali, tetapi masih ditanyakan lagi hal yang sama walaupun sudah diingatkan jaksa maupun hakim,” ujar MT usai sidang.


Menurutnya, proses hukum yang sedang berjalan bukan hanya berkaitan dengan pembuktian di pengadilan, tetapi juga menyangkut perjuangan putrinya untuk bangkit dari trauma yang masih membekas.


Sebagai ibu yang membesarkan anak seorang diri setelah sang anak menjadi yatim, MT mengaku tidak pernah membayangkan keluarganya menghadapi cobaan seperti ini. Ia berharap putrinya tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya tanpa terus dibayangi peristiwa yang dialami.


“Anak saya masih sekolah dan punya cita-cita yang baik. Saya hanya ingin dia mendapatkan keadilan dan bisa melanjutkan hidupnya tanpa terus dibayangi peristiwa ini,” katanya.


MT juga berharap penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh. Ia meminta seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk pengelola apartemen maupun penyewa lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian, turut diperiksa apabila diperlukan untuk mengungkap fakta secara utuh.


Selain itu, ia memohon kepada aparat penegak hukum agar memperjuangkan hak-hak korban dan memastikan proses peradilan berjalan secara adil.


“Saya memohon kepada jaksa agar memperjuangkan kebenaran dan hak-hak anak saya. Saya berharap hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan,” ujarnya.


MT juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap lingkungan tempat terjadinya peristiwa, termasuk melakukan pengawasan terhadap aspek perizinan dan aktivitas di lokasi tersebut.


Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, ia menegaskan tekadnya untuk terus memperjuangkan keadilan bagi putrinya.


“Saya hanya seorang ibu dan membesarkan anak seorang diri. Tetapi saya akan terus memperjuangkan hak anak saya ke mana pun,” ucapnya sembari menahan tangis.


Sidang perkara ini dijadwalkan akan kembali dilanjutkan sesuai agenda yang telah ditetapkan majelis hakim. Sementara itu, keluarga korban berharap seluruh proses hukum berlangsung secara objektif, transparan, dan tetap mengedepankan perlindungan terhadap hak-hak anak sebagai korban.(mu)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Di Tengah Tangis, Ibu Korban Minta Proses Hukum Dugaan Pencabulan Anak Diusut Tuntas

Terkini

Topik Populer

Iklan