![]() |
| Kasatlantas Polres Metro Bekasi AKBP Ojo Ruslani gendong warga untuk dievaluasi, Minggu (21/2/21). |
BEKASI-Jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Minggu (21/2/2021) mengakibatkan banjir yang merata di 20 kecamatan di Kabupaten Bekasi Jawa Barat
Sementara di wilayah jebolnya tanggul Kecamatan Pebayuran 4 desa yang parah terdampak, seperti Desa Karangsegar, Karangharja, Sumbereja dan Sumberurip
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno mengharapkan regulasi membolehkan ditetapkannya status Kabupaten Bekasi Tanggap Darurat Banjir, agar dapat dialokasikan anggaran besar untuk tanggap darurat banjir.
"Pemerintah Kabupaten Bekasi harus segera menetapkan dengan status Siaga Darurat Banjir dan kemudian segera pula ditetapkan menjadi 'Tanggap Darurat Banjir'. Ini jelas kondisinya berbeda, bencana non alam (Covid-19), dan bencana alam (Banjir),” tegas anggota DPRD Nyumarno.
Nyumarno menjelaskan, bahwa penangan banjir pun juga bermacam-macam, dari mendirikan posko dapur umum, posko kesehatan, baju layak pakai, susu bayi, makanan bayi, pampers untuk balita, bantuan makanan siap saji, bantuan logistik lain, armada dan peralatan di BPBD, insentif rekan-rekan di BPBD, bahkan bisa juga penambahan perahu karet.
"Namun upayakan perahu karet yang memakai mesin agar sesuai kondisi arus banjir yang sangat deras," imbuhnya.
Sementar pantauan media di lokasi, salah satu anggota kepolisian Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Ojo Ruslani ikut juga membantu evakuasi korban banjir di Pebayuran.
Dikatakan Ojo, banyak yang masih terjebak di wilayah yang terdampak banjir karena ke empat desa itu lebih dari 10 ribu KK maka segera semua yang terlibat agar terjun ke lapangan.
"Masyarakat masih banyak yang membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan siap saji dan obat obatan, agar bisa bertahan di wilayah penampungan ataupun yang terjebak sebelum dievakuasi," ucap AKBP Ojo Ruslani.(Sigit)


