![]() |
| Ratusan Tenaga Vaksinator dan Administrator disahkan di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (27/7/21)(foto:sigit) |
BEKASI- Sebanyak 340 tenaga vaksinator 100 tenaga administrator disahkan di gedung promoter Polres Metro Bekasi.
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, Pj Sekda Herman Hanapi, serta jajaran Kasat dan Kapolsek di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, Universitas Medika Suherman mengadakan MOU kerjasama tenaga kesehatan yang bersumber dari mahasiswa maupun alumni untuk menangani pademi Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi, dari data yang kami dapatkan hari ini sudah tersedia 340 vaksinator dan 100 tenaga administrator.
"Ini juga akan kita libatkan dalam isolasi terpusat diperuntukan bagi karyawan perusahaan, isolasi terpusat ini bekerjasama dengan APINDO dan tenaga kesehatannya, juga kerjasama dengan Universitas Medika Suherman," terangnya.
Tujuan kami lanjut Kapolres, adalah mempercepat Hard cummunity di Kabupaten Bekasi, target yang kami perlukan dalam hard community atau sasaran vaksin ini sekitar 2,1 juta penduduk yang belum divaksin, dengan target selama satu bulan minimal 70 ribu orang.
"Kami bukan dari kepolisian saja, tapi juga kerjasama dengan Dinas Kesehatan, Kodim jadi semua vaksin kita gabungkan. Untuk kroyokan masyarakat yang belum divaksin. Sehingga kita ada patroli vaksin yang melibatkan TNI, Polri dan Dinas-dinas di Kabupaten Bekasi patroli mencari warga yang belum divaksin, door to door dari industri satu ke industri lain, dari RW ke RW lain, kemudian pabrik. Areanya pun seperti ruko, perkantoran, pasar kita lakukan patroli pendataan yang belum di vaksin, bagi yang sedikit kita gabungkan di sentralisasi vaksin," urainya.
Sedangkan masih kata Kapolres, uuntuk perusahaan yang karyawannya banyak kita bisa lakukan vaksin di perusahaan tersebut. Kemudian RW yang kapasitasnya lebih dari 1000 orang, dan ada lahan yang luas kita bisa melaksanakan sentralisasi di RW tersebut. Kita sudah melaksanakan sentralisasi di RW yang zona merah. Dan terjadi penurunan signifikan ketika kita intervensi vaksinnya, kita melakukan mikro lockdown.
"Dan kita intervensi masalah vaksinnya seperti di Perumahan Bumi Sani, Perumahan Papan Mas, RW 18 di Desa Wanasari, Desa Setiamekar sehingga terjadi penurunan yang signifikan. Ini akibat dari 3T yang gencar dan vaksinasi yang masif," jelasnya.
Sementara dari vaksin 18 persen, saat ini yang sudah divaksin dosis 1, kita akan kebut lagi satu dua bulan kedepan agar bisa mencapai 20 persen, target dalam relawan ini dari Universitas Medika Suherman sudah dapat sekitar 440 orang. Mungkin dari universitas lain kita juga akan minta lagi dan target kami sekitar 1000 orang agar lebih masif lagi. Dan tujuan vaksinasi hard community ini akan cepat tercapai.
"Kita ada 17 gerai vaksin yang tersebar, 14 Koramil dan 46 Puskesmas di Kabupaten Bekasi, kita juga ada vaksin keliling sekitar 6 di kepolisian agar bisa menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat dan penurunan wabah Covid-19 semakin besar," pungkasnya.(sigit)


