![]() |
| Petugas PLN saat melaksanakan pemeliharaan rutinNay Trafo #1150/20 di Gardu Induk.(foto: ist) |
BEKASI - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bekasi melaksanakan pemeliharaan rutin Bay Trafo #1 150/20 kV di Gardu Induk (GI) Rajapaksi pada Selasa-Rabu (13-14/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif PLN dalam menjaga keandalan dan keamanan sistem penyaluran tenaga listrik, khususnya selama periode siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pemeliharaan yang dilakukan merupakan pemeliharaan rutin dua tahunan terhadap peralatan gardu induk. Adapun pekerjaan utama meliputi pemasangan gas suppression pada peralatan Bay Trafo #1 150/20 kV.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pengamanan peralatan, menekan potensi gangguan operasional, serta memastikan sistem kelistrikan tetap beroperasi secara andal dan aman.
Gardu Induk Rajapaksi merupakan salah satu gardu induk strategis yang menopang sistem penyaluran tenaga listrik di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Gardu induk ini berperan penting dalam menyalurkan energi listrik ke pelanggan tegangan menengah, kawasan permukiman, fasilitas publik, serta pusat-pusat aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, keandalan GI Rajapaksi menjadi faktor krusial dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.Seluruh rangkaian pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan oleh Tim Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bekasi bersama Tim GI Rajapaksi dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta prosedur operasional yang berlaku.
Pekerjaan dilakukan secara terencana, terkoordinasi, dan terukur sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan.Manager UPT Bekasi, Indra Kurniawan, menyampaikan bahwa pemeliharaan rutin ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kesiapan peralatan transmisi dan gardu induk dalam menghadapi potensi peningkatan beban listrik pada periode tertentu.
“GI Rajapaksi memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan penyaluran listrik di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Pemeliharaan rutin dua tahunan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi optimal. Pemasangan gas suppression diharapkan dapat meningkatkan tingkat keamanan peralatan sekaligus meminimalisir potensi gangguan sistem,” ujar Indra.
Sementara itu, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartady, menegaskan bahwa pemeliharaan terencana dan berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan fungsi transmisi dan penyaluran energi listrik secara andal dan profesional.
“Sebagai pengelola aset transmisi dan gardu induk, PLN UIT Jawa Bagian Tengah secara konsisten melaksanakan pemeliharaan preventif pada seluruh infrastruktur strategis. Upaya ini dilakukan untuk memastikan sistem penyaluran tenaga listrik tetap andal, aman, dan siap mendukung kebutuhan masyarakat serta aktivitas perekonomian, khususnya pada periode siaga Natal dan Tahun Baru,” jelas Handy.
Melalui pemeliharaan Bay Trafo #1 150/20 kV di GI Rajapaksi, PLN berharap kinerja peralatan semakin optimal dan keandalan sistem penyaluran tenaga listrik di wilayah Bekasi dan sekitarnya dapat terus terjaga.
PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan infrastruktur transmisi dan gardu induk sebagai bagian dari upaya menyediakan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.,(rls/**)


